Tuesday, 13 December 2011
Yang Indah itu Dipanggil "PERBEDAAN"
Hai Pemenang!
Apa kamu pernah mengerti apa itu perbedaan? Kenapa Tuhan menciptakan perbedaan?
Kalau dunia ini sama semua maka yang ada adalah sebuah kejenuhan. Bayangkan saja kalau semua orang memiliki wajah yang sama denganmu. Pasti terasa aneh dan bisa buat kita gila. Atau bayangkan kalau dunia ini hanya ada warna hitam. Pasti kesannya adalah kelam dan tak ada gairah.
Kalau dari segi psikologi, jika seandainya semua orang memiliki jiwa pemimpin yang sama kuat, lalu siapa yang mau dipimpin? Bukankah lebih susah kalau semuanya egois memimpin? Lalu jika semua gak mau memimpin. Repot juga jadinya. Siapa yang mengatur dunia ini?
Perbedaan bisa mencakup perbedaan fisik, usia, psikologi, dan sosial-budaya.
Perbedaan fisik misalnya adalah warna kulit dan ras. Perbedaan usia pasti paling mudah dilihat. Perbedaan psikologi bisa berarti perbedaan dalam kedewasaan dan cara berpikir. Sementara perbedaan sosial budaya contohnya adalah adat setiap daerah, budaya barat vs budaya timur.
Sebenarnya perbedaan itu indah lho. Hanya saja perlu beberapa cara untuk bisa menerima perbedaan itu. Ada 7 tips untuk menerima orang lain yang berbeda dari kita:
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan. Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara
pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih
dahulu, sebelum mencari perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan.
Berlatihlah untuk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan
bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.
Melucu di Depan Kelas
Hai Pemenang!
Hari Senin, 12 Desember 2011, mata kuliah Keterampilan Interpersonal (KI) yang diajar oleh Pak Holil mengadakan penilaian presentasi cerita lucu. Mau tidak mau semua mahasiswa harus masuk kelas untuk dapat nilai. Hmmm... Seru banget berada dalam kelas selama dua setengah jam. Apa lagi setiap anak memiliki penyajian yang unik di setiap presentasi.
Ada anak yang bingung mau cerita apa, namun ada juga yang sudah siap. Kalau melihat mahasiswa yang belum siap maka mereka condong bingung. Nah ada ketakutan baru bagi beberapa mahasiswa. Mereka bukan hanya takut tampil di depan kelas, namun mereka takut ceritanya gak lucu. Ada pula mahasiswa yang bercerita dulu kepada temannya. Ada yang kebelet pipis. Ada pula yang santai karen tidak ada bahan cerita.
Over all, dari yang sudah berani tampil, mereka punya gaya khas sendiri dalam berbicara di depan. Mungkin banyak yang masih canggung dan ragu. Tapi yang dinilai adalah adanya perubahan dari presentasi dengan nanti di akhir semester.
Dari semua presentasi yang ditampilkan, saya sangat terkesan dengan presentasi salah satu teman saya, Rendy. Presentasinya cenderung unik, beda dari yang lain. Dia mengajak penonton berinteraksi dan mengajak pula salah satu teman sekelas kami, Nita, untuk maju menemaninya bernyanyi. Betapa terkejutnya kami kalau Rendy menyanyikan lagu soundtrack Doraemon dalam bahasa Jawa dan mengarahkannya untuk Nita. Yang saya terkesan adalah pada bagian terakhir lagu itu. Liriknya mengatakan, "... Aku tresno karo.. Doraemon". Rendy mengatakan lirik itu sambil menunjuk Nita. Mungkin hal ini bisa digunakan menjadi sarana untuk menembak teman yang kita suka. Atau bahkan suatu hari nanti bisa menjadi tren.
Namun semuanya adalah permulaan. Bercerita lucu bukanlah hal yang mudah bagi mahasiswa berkarakter serius dan tidak bisa membawa suasana humor. Sebenarnya bercerita lucu itu yang dibutuhkan adalah pembawaan setiap anak sehingga membuat cerita tersebut lebih hidup.
Hari Senin, 12 Desember 2011, mata kuliah Keterampilan Interpersonal (KI) yang diajar oleh Pak Holil mengadakan penilaian presentasi cerita lucu. Mau tidak mau semua mahasiswa harus masuk kelas untuk dapat nilai. Hmmm... Seru banget berada dalam kelas selama dua setengah jam. Apa lagi setiap anak memiliki penyajian yang unik di setiap presentasi.
Ada anak yang bingung mau cerita apa, namun ada juga yang sudah siap. Kalau melihat mahasiswa yang belum siap maka mereka condong bingung. Nah ada ketakutan baru bagi beberapa mahasiswa. Mereka bukan hanya takut tampil di depan kelas, namun mereka takut ceritanya gak lucu. Ada pula mahasiswa yang bercerita dulu kepada temannya. Ada yang kebelet pipis. Ada pula yang santai karen tidak ada bahan cerita.
Over all, dari yang sudah berani tampil, mereka punya gaya khas sendiri dalam berbicara di depan. Mungkin banyak yang masih canggung dan ragu. Tapi yang dinilai adalah adanya perubahan dari presentasi dengan nanti di akhir semester.
Dari semua presentasi yang ditampilkan, saya sangat terkesan dengan presentasi salah satu teman saya, Rendy. Presentasinya cenderung unik, beda dari yang lain. Dia mengajak penonton berinteraksi dan mengajak pula salah satu teman sekelas kami, Nita, untuk maju menemaninya bernyanyi. Betapa terkejutnya kami kalau Rendy menyanyikan lagu soundtrack Doraemon dalam bahasa Jawa dan mengarahkannya untuk Nita. Yang saya terkesan adalah pada bagian terakhir lagu itu. Liriknya mengatakan, "... Aku tresno karo.. Doraemon". Rendy mengatakan lirik itu sambil menunjuk Nita. Mungkin hal ini bisa digunakan menjadi sarana untuk menembak teman yang kita suka. Atau bahkan suatu hari nanti bisa menjadi tren.
Namun semuanya adalah permulaan. Bercerita lucu bukanlah hal yang mudah bagi mahasiswa berkarakter serius dan tidak bisa membawa suasana humor. Sebenarnya bercerita lucu itu yang dibutuhkan adalah pembawaan setiap anak sehingga membuat cerita tersebut lebih hidup.
Kuliah hari itu benar-benar membuat saya menenangkan otak mahasiswa dari banyaknya tugas akademik dan non akademik. Kuliah diakhiri pukul 12.30 setelah Pak Holil memberi komentar dan pembelajaran kepada mahasiswa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
