Hai Pemenang!
Senin, 19 Desember 2011 saya dan 3 teman saya berencana untuk hang out sekalian merelakskan otak sejenak sebelum berpaling kepada tugas lagi. Seusai kuliah, saya, Karen, Nita, dan Dyah menancap gas menuju Galaxy Mall, mall yang jaraknya dekat dengan kampus. Saat itu sekitar jam 1 siang. Nah petualangan kecil kami pun dimulai.
Saat memasuki mall, kami mencari satu department store yang ternyata gak ada di mall itu. Kami mengelilingi mall itu sampai akhirnya kami putus asa. Saat kami berjalan hendak mencari lagi, kami bertemu satpam. Kami memutuskan untuk bertanya. "Pak, Matahari ada di lantai berapa ya?" tanya saya. Bapaknya dengan wajah sinis menjawab, "Kalau matahari gak ada, mbak. Yang ada Sogo."
Seketika itu juga kami segera menyingkir setelah mengucapkan terima kasih. Akhirnya kami muter-muter dan sampai di lantai dasar. Kami mencari TGA. Ternyata Toko Gunung Agung ada di lantai 3. Karen sudah bertanya pada seorang satpam wanita yang ramah. Sesampainya di sana, setelah sekian lama muter di dalam TGA, hanya Karen yang mendapatkan majalah. Yang lain hanya melihat-lihat buku. Lalu kami melanjutkan mencari toko baju untuk saya. Saya disuruh mencari baju untuk adik saya. Setelah menemukan apa yang saya cari, kami kembali jalan.
Wednesday, 21 December 2011
Memperlakukan Orang Dengan Benar
Hai Pemenang!
Semua pasti punya teman kan? Pasti setiap hari bertemu dengan orang banyak. Mereka sering berinteraksi dengan kita. Bercakap-cakap, makan, bahkan pergi bersama. Yang mau saya bahas kali ini adalah bagaimana kita bisa memperlakukan orang dengan benar?
Ada beberapa orang yang mengatakan memahami orang lain itu mudah. Namun ada pula yang berkata itu susah. Seorang melankolis akan sangat mudah memahami orang lain dan tahu bagaimana memperlakukan mereka. Namun untuk mereka yang berkarakter Plegmatis, Sanguinis, dan Koleris, melakukan hal ini tergolong sangat susah. Memahami orang lain itu bukan pekerjaan yang mudah memang. Tapi memperlakukan orang lain dengan benar itu seharusnya adalah hal yang mudah karena kita sudah diajari sejak kita kecil.
Ada orang yang sangat memperhatikan bagaimana orang memperlakukannya sehingga begitulah dia akan memperlakukan orang itu. Namun ada pula yang cuek, tidak peduli, yang penting dia aman. Pada dasarnya semua kembali pada asas menghargai. Ketika kita bisa saling menghargai maka orang lain akan menghargai kita.
Memperlakukan orang lain itu cukup dengan 1 kata. Sopan. Ya, sopan. Sudah mewakili segalanya kata sopan itu. Sopan bisa mencakup sopan dalam berkata, sopan dalam bertindak, sopan dalam berpikir. Kenapa hanya 3 yang saya bahas? Karena ketiga elemen itu sudah mewakili segala aspek kehidupan bermasyarakat.
Sopan dalam berkata itu ibarat kita mengekang lidah kita dan memilah mana kata yang pantas keluar dari mulut kita untuk bisa didengar oleh orang lain. Kata-kata yang keluar dari mulut kita akan sangat mudah didengar orang lain dan dipahami. Nada suara kita saat mengatakannya saja sudah bisa mencerminkan emosi kita saat mengatakannya. Satu kata saja bila diucapkan dengan nada yang berbeda maka akan sangat berbeda bila didengar orang lain. Belum lagi kondisi emosi lawan bicara kita juga menentukan apakah kata-kata kita tersebut pantas diucapkan atau tidak. Misalnya saja kata yang sering diucapkan: "Woi". Bila diucapkan dengan nada ceria maka yang mendengar merasa dihargai. Namun bila mengatakannya dengan nada tinggi dan marah tentu saja pendengarnya juga akan tersinggung mendengar dia dipanggil demikian.
Sopan dalam bertindak itu lebih susah lagi dilakukan. Memperlakukan sesama jenis akan jauh lebih mudah ketimbang memperlakukan lawan jenis. Perempuan lebih mudah memahami perempuan sehingga mereka tahu bagaimana bersikap yang sopan. Begitu juga laki-laki. Masalahnya adalah ketika laki-laki memperlakukan perempuan. Ada laki-laki yang lemah lembut dan sangat menghargai perempuan. Namun ada juga laki-laki yang bertindak asal sehingga membuat perempuan itu risih melihatnya. Yang perlu dilakukan adalah mengerti bagaimana kita harus bersikap kepada lawan jenis. Amannya saja lebih baik bertindak sewajarnya. Tidak perlu hingga melakukan kontak fisik berlebihan.
Nah ini dia yang gak semuanya bisa tahu. Sopan dalam berpikir. Pikiran kita hanya kita sendiri yang bisa mengontrolnya. Orang lain gak akan tahu apa yang kita pikirkan. Pikiran kita ini juga bisa membawa dosa lho. Jadi pikirkan hal yang positif tentang orang lain. Jangan pikirkan yang buruk. Kalau kita terlanjur mengimpertasikan hal buruk terhadap otak kita tentang seseorang, maka hal buruk juga yang akan kita perbuat pada orang itu. Kalau tidak bisa, tutupilah itu. ada orang yang pandai menutupi kebenciannya. Orang demikian biasanya adalah mereka yang tertutup dan tidak mau pusing dengan orang lain. Namun tetap saja lebih baik pikirkan yang baik sebelum yang buruk.
Semua pasti punya teman kan? Pasti setiap hari bertemu dengan orang banyak. Mereka sering berinteraksi dengan kita. Bercakap-cakap, makan, bahkan pergi bersama. Yang mau saya bahas kali ini adalah bagaimana kita bisa memperlakukan orang dengan benar?
Ada beberapa orang yang mengatakan memahami orang lain itu mudah. Namun ada pula yang berkata itu susah. Seorang melankolis akan sangat mudah memahami orang lain dan tahu bagaimana memperlakukan mereka. Namun untuk mereka yang berkarakter Plegmatis, Sanguinis, dan Koleris, melakukan hal ini tergolong sangat susah. Memahami orang lain itu bukan pekerjaan yang mudah memang. Tapi memperlakukan orang lain dengan benar itu seharusnya adalah hal yang mudah karena kita sudah diajari sejak kita kecil.
Ada orang yang sangat memperhatikan bagaimana orang memperlakukannya sehingga begitulah dia akan memperlakukan orang itu. Namun ada pula yang cuek, tidak peduli, yang penting dia aman. Pada dasarnya semua kembali pada asas menghargai. Ketika kita bisa saling menghargai maka orang lain akan menghargai kita.
Memperlakukan orang lain itu cukup dengan 1 kata. Sopan. Ya, sopan. Sudah mewakili segalanya kata sopan itu. Sopan bisa mencakup sopan dalam berkata, sopan dalam bertindak, sopan dalam berpikir. Kenapa hanya 3 yang saya bahas? Karena ketiga elemen itu sudah mewakili segala aspek kehidupan bermasyarakat.
Sopan dalam berkata itu ibarat kita mengekang lidah kita dan memilah mana kata yang pantas keluar dari mulut kita untuk bisa didengar oleh orang lain. Kata-kata yang keluar dari mulut kita akan sangat mudah didengar orang lain dan dipahami. Nada suara kita saat mengatakannya saja sudah bisa mencerminkan emosi kita saat mengatakannya. Satu kata saja bila diucapkan dengan nada yang berbeda maka akan sangat berbeda bila didengar orang lain. Belum lagi kondisi emosi lawan bicara kita juga menentukan apakah kata-kata kita tersebut pantas diucapkan atau tidak. Misalnya saja kata yang sering diucapkan: "Woi". Bila diucapkan dengan nada ceria maka yang mendengar merasa dihargai. Namun bila mengatakannya dengan nada tinggi dan marah tentu saja pendengarnya juga akan tersinggung mendengar dia dipanggil demikian.
Sopan dalam bertindak itu lebih susah lagi dilakukan. Memperlakukan sesama jenis akan jauh lebih mudah ketimbang memperlakukan lawan jenis. Perempuan lebih mudah memahami perempuan sehingga mereka tahu bagaimana bersikap yang sopan. Begitu juga laki-laki. Masalahnya adalah ketika laki-laki memperlakukan perempuan. Ada laki-laki yang lemah lembut dan sangat menghargai perempuan. Namun ada juga laki-laki yang bertindak asal sehingga membuat perempuan itu risih melihatnya. Yang perlu dilakukan adalah mengerti bagaimana kita harus bersikap kepada lawan jenis. Amannya saja lebih baik bertindak sewajarnya. Tidak perlu hingga melakukan kontak fisik berlebihan.
Nah ini dia yang gak semuanya bisa tahu. Sopan dalam berpikir. Pikiran kita hanya kita sendiri yang bisa mengontrolnya. Orang lain gak akan tahu apa yang kita pikirkan. Pikiran kita ini juga bisa membawa dosa lho. Jadi pikirkan hal yang positif tentang orang lain. Jangan pikirkan yang buruk. Kalau kita terlanjur mengimpertasikan hal buruk terhadap otak kita tentang seseorang, maka hal buruk juga yang akan kita perbuat pada orang itu. Kalau tidak bisa, tutupilah itu. ada orang yang pandai menutupi kebenciannya. Orang demikian biasanya adalah mereka yang tertutup dan tidak mau pusing dengan orang lain. Namun tetap saja lebih baik pikirkan yang baik sebelum yang buruk.
Harry Potter And the Prisoner of Azkaban (Movie)
Movie
Title: Harry Potter And the Prisoner of Azkaban
Director: Alfonso Cuaron
Produser: Chris Columbus, David Heyman, Mark Radcliffe
Screen Writer: Steven Kloves
Based on: Harry Potter And the Prisoner of Azkaban by J. K. Rowling
Studio: Heyday Films, 1492 Pictures
Distributed by: Warner Bros. Pictures
Release date: 31 May 2004 (UK), 4 June 2004 (US)
Run time: 136 minutes
Language: English
Country: UK
Emily Dale as Katie Bell
Warwick Davis as Professor Flitwick
Alfred Enoch as Dean Thomas
Tom Felton as Draco Malfoy
Pam Ferris as Aunt Marge
Dawn French as The Fat Lady
Richard Griffiths as Uncle Vernon
Robert Hardy as Cornelius Fudge
Joshua Herdman as Gregory Goyle
Lee Ingleby as Stan Shunpike
Matthew Lewis as Neville Longbottom
Miriam Margolyes as Professor Sprout
Harry Melling as Dudley Dursley
Devon Murray as Seamus Finnigan
James Phelps as Fred Weasley
Oliver Phelps as George Weasley
Chris Rankin as Percy Weasley
Fiona Shaw as Aunt Petunia
Timothy Spall as Peter Pettigrew
Leilah Sutherland as Alicia Spinnet
Jim Tavaré as Tom
Danielle Taylor as Angelina Johnson
Emma Thompson as Professor Sybill Trelawney
Title: Harry Potter And the Prisoner of Azkaban
Director: Alfonso Cuaron
Produser: Chris Columbus, David Heyman, Mark Radcliffe
Screen Writer: Steven Kloves
Based on: Harry Potter And the Prisoner of Azkaban by J. K. Rowling
Studio: Heyday Films, 1492 Pictures
Distributed by: Warner Bros. Pictures
Release date: 31 May 2004 (UK), 4 June 2004 (US)
Run time: 136 minutes
Language: English
Country: UK
Cast
Daniel Radcliffe as Harry Potter
Emma Watson as Hermione Granger
Rupert Grint as Ron Weasley
Robbie Coltrane as Rubeus Hagrid
Gary Oldman as Sirius Black
Michael Gambon as Albus Dumbledore
Alan Rickman as Professor Snape
David Thewlis as Professor Lupin
David Bradley as Argus Filch
Julie Christie as Madam RosmertaEmily Dale as Katie Bell
Warwick Davis as Professor Flitwick
Alfred Enoch as Dean Thomas
Tom Felton as Draco Malfoy
Pam Ferris as Aunt Marge
Dawn French as The Fat Lady
Richard Griffiths as Uncle Vernon
Robert Hardy as Cornelius Fudge
Joshua Herdman as Gregory Goyle
Lee Ingleby as Stan Shunpike
Matthew Lewis as Neville Longbottom
Miriam Margolyes as Professor Sprout
Harry Melling as Dudley Dursley
Devon Murray as Seamus Finnigan
James Phelps as Fred Weasley
Oliver Phelps as George Weasley
Chris Rankin as Percy Weasley
Fiona Shaw as Aunt Petunia
Timothy Spall as Peter Pettigrew
Leilah Sutherland as Alicia Spinnet
Jim Tavaré as Tom
Danielle Taylor as Angelina Johnson
Emma Thompson as Professor Sybill Trelawney
Sinopsis
Di ulang tahunnya yang ke-13, Harry Potter mendapat surat dari sahabat-sahabatnya. Keesokan harinya, Harry mendapat kabar bahwa seorang tawanan bernama Sirius Black kabur dari tahanan. Pada waktu itu datanglah Bibi Marge, adik dari Paman Vernon Dursley -saudara ibu Harry. Bibi Marge mwnghina keluarga Harry sehingga tanpa sadar Harry menggunakan sihir untuk menerbangkan Marge. Harry lalu kabur menggunakan Bus Knight dan turun di Diagon Alley. Ia bertemu menteri sihir, Cornelius Fudge. Dia menyewa sebuah kamar untuk Harry hingga tahun ajaran baru di Hogwarts dimulai. Di sana Harry bertemu sahabatnya, Hermione Granger dan Ron Weasley. Hermione membeli kucing bernama Croocksanks yang selalu mengejar tikus Ron,Sscabbers. Malam sebelum mereka kembali ke sekolah, Harry diceritakan tentang Sirius Black oleh ayah Ron.
Kereta Hogwarts Express terhenti di tengah jalan oleh karena Dementor, penjaga penjara Azkaban. Harry yang mengalami pengaruh buruk Dementor dibantu oleh Profesor Lupin, guru pertahanan terhadap ilmu hitam yang baru. Hagrid mengajar pelajaran makhluk sihir dan memperkenalkan hippogrifs yang diberi nama Buckbeak. Karena Draco Malfoy, musuh Harry, mengejek hewan itu, hewan tersebut menyerang Malfoy sehingga Hagrid ditahan di Azkaban dan dijatuhi hukuman mati pada hewan itu. Profesor Lupin mengajari Harry sebuah pertahanan terhadap Dementor yang selalu tertarik pada Harry lantaran masa lalunya yang kelam. Lupin mengajari Harry tentang mantra Patronus untuk menangkal dementor.
Di ulang tahunnya yang ke-13, Harry Potter mendapat surat dari sahabat-sahabatnya. Keesokan harinya, Harry mendapat kabar bahwa seorang tawanan bernama Sirius Black kabur dari tahanan. Pada waktu itu datanglah Bibi Marge, adik dari Paman Vernon Dursley -saudara ibu Harry. Bibi Marge mwnghina keluarga Harry sehingga tanpa sadar Harry menggunakan sihir untuk menerbangkan Marge. Harry lalu kabur menggunakan Bus Knight dan turun di Diagon Alley. Ia bertemu menteri sihir, Cornelius Fudge. Dia menyewa sebuah kamar untuk Harry hingga tahun ajaran baru di Hogwarts dimulai. Di sana Harry bertemu sahabatnya, Hermione Granger dan Ron Weasley. Hermione membeli kucing bernama Croocksanks yang selalu mengejar tikus Ron,Sscabbers. Malam sebelum mereka kembali ke sekolah, Harry diceritakan tentang Sirius Black oleh ayah Ron.
Subscribe to:
Posts (Atom)



